budayajawa.id

Perbedaan Ramayana Jawa Kuno dengan Ramayana India

0 4

Perbedaan Ramayana Jawa Kuno dengan Ramayana India

Tidak seperti cerita Mahabarata India yang berbentuk puisi, yang kemudian digubah menjadi bentuk prosa dalam bahasa Jawa kuno, cerita Ramayana yang ditulis oleh para penulis Jawa masih mempertahankan bentuk puisi dalam karyanya, atau yang disebut dengan kakawin. Sama seperti cerita Mahabarata, kakawin Ramayana memiliki perbedaan antara versi India dengan versi Jawa kunonya.

Ramayana merupakan kakawin tertua dalam kesusasteraan Jawa Kuno, disusun dalam abad kesembilan, yang berasal dari versi India Utara epik (viracarita) yang berfokus pada kisah inkarnasi Wisnu sebagai Rama dan pembuangannya dari Ayodhya. Versi Jawa abad kesembilan mempertahankan plot India penting serta nama-nama India dan tempat, tapi memberi karakteristik-karakteristik utama Jawa dan menempatkan mereka dalam pengaturan Jawa. Kakawin Ramayana ini, tidak berdasarkan pada apa yang kemudian versi paling terkenal dari cerita Rama, yaitu epik Walmiki, tetapi pada Ravanavadha atau pembantaian Rahwana, yang merupakan puisi keenam atau ketujuh-abad oleh penyair India Bhatti atau Bhattikavya.

Kakawin Ramayana dihasilkan campuran konfrontasi yang dramatis, dialog seksual dan karakter hidup; episode yang memiliki kehidupan, warna dan emosi. Sementara Bhatti menghasilkan teks untuk didengar. Bhatti menggunakan kisah Rama hanya sebagai kerangka kerja untuk menggambarkan aturan-aturan tata bahasa dan puisi; dengan kakawin Ramayana membahas isu-isu etika, prinsip-prinsip moral dan keyakinan yang menjelaskan perilaku karakter atau menjadi pokok permasalahan dalam krisis yang mereka hadapi. Karakter Ramayana kakawin terkemuka yang heroik, tetapi pada waktu harus menyelesaikan situasi yang secara moral ambivalen. Rama, dalam contoh berikut, menawarkan saran eksplisit untuk raja, menekankan bahwa perbuatan raja adalah lebih berharga daripada harta materinya.

Perbedaan antara Ramayana dan Mahabarata sendiri terletak pada posisi sastra dan non sastra. Sastra dalam pandangan kesusasteraan Jawa, puisi selalu dipersepsikan sebagai sastra sedangkan prosa merupakan teks non sastra. Sehingga banyak peneliti sastra yang lebih tertarik untuk meneliti teks kakawin (puisi) daripada teks parwa (prosa).

Mengenai pandangan bahwa Ramayana dan Mahabarata dalam kesusasteraan Jawa merupakan terjemahan bahkan imitasi dari kesusasteraan India, Gonda (1937) menyangkal pendapat tersebut. Pernyataan tersebut juga disetujui oleh Zoetmulder pada tahun 1974. Menurutnya para penulis Jawa tidak hanya semerta-merta menerjemahkan teks asli dari India, dalam proses kreatifnya penulis Jawa juga mengembangkan dan menuliskan kembali teks tersebut menurut kreativitas mereka sehingga karya tersebut perlu dihargai sebagai hasil dari para penulis Jawa tersebut.

Source Perbedaan Ramayana Jawa Kuno dengan Ramayana India Belajar Berimaji
Comments
Loading...