budayajawa.id

Monyet Kutukan Sunan Kalijaga

0 3

Monyet Kutukan Sunan Kalijaga

Kalijaga, kampung yang terletak di Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon. Kalijaga merupakan salah satu daerah kramat yang ada di wilayah Cirebon. Di namakan Kalijaga karena pada jaman dahulu, salah satu Sunan, yaitu Sunan Kalijaga pernah singgah dan menyebarkan di daerah ini. Kampung ini di kenal dengan sebutan Kalijaga Monyet, kenapa di sebut Kalijaga monyet? karena di petilasan komplek masjid kramat Kalijaga ini ada sekelompok monyet yang konon merupakan monyet kutukan kanjeng Sunan Kalijaga.

Sunan Kalijaga Singgah dan menyiarkan syariat ajaran agama Islam di kampung ini. Waktu itu, tepat hari jum’at kanjeng Sunan Kalijaga dan santrinya hendak melakukan sholat jum’at, namun jama’ah hanya berjumlah 39 orang. Berdasarkan Al-qu’an dan Hadits, jama’ah sholat jum’at itu minimal harus berjumlah 40 orang, jika kurang dari jumlah itu maka tidak bisa melakuan sholat jum’at. Karena Sunan ingin sholat jum’at ini bisa di laksanakan, maka sunan menyuruh salah satu jamaah yang juga santri sunan untuk mencari 1 jamaah lagi agar sholat bisa di laksanakan. Ketemulah salah seorang warga yang sedang asik memancing ikan di Kali, namanya Fathul. Santri atau pesuruh dari Sunan ini  kemudian mengajak Fathul untuk melaksanakan sholat jum’at, namun ajakan santri ini di tolaknya. Pesuruh ini pun kemudian menghadap Sunan untuk melaporkan bahwa Fathul menolak untuk sholat jum’at.

Kanjeng Sunan pun kembali menyuruh santri tersebut untuk kembali membujuk agar Fathul mau di ajak untuk sholat jum’at, dengan mudahnya Fathul menolak dengan alasan rejekinya saat itu lagi bagus, dan lagi pesuruh ini pun kembali melapor ke Sunan. Ajakan yang ketiga ini Sunan langsung yang mengajak Fathul untuk melaksanakan sholat jum’at, namun masih tetep menjawab dengan mudahnya menolak ajakan sunan. kemudian Sunan Kalijaga pun jengkel dan mengeluarkan Kata-kata, “hanya monyet yang ga mau beribadah”. Dan beberapa saat kemudian Fathul ini tumbuh ekor, sifatnya berubah seperti monyet. Setelah kejadian ini, Fathul pun akhirnya menjadi monyet, dan menyesal karena menolak ajakan Sunan untuk beribadah. Pada saat sholat jum’at, konon katanya ada 1 monyet yang berubah wujud menjadi manusia, ketika sholat jum’at selesai kembali menjadi seekor monyet.

Dan pada saat sholat jum’at berlangsung, tidak ada monyet yang berkeliaran di Masjid ini, karena mereka dianggap pecundang, mereka menyesali dan terus berdoa hingga hari ini agar kutukan itu bisa di cabut kembali, namun hingga kini kutukan itu tidak berubah, entah sampai kapan kutukan itu berlaku untuk para monyet itu. Monyet yang sekarang ada di Kalijaga ini merupakan keturunan dari Fathul yang terkena kutukan Sunan. Di Kalijaga ini jumlah monyetnya tetep, tidak bertambah ataupun berkurang walaupun ada monyet yang lahir dan meninggal. Secara kasat mata, jumlah monyet di Kalijaga ini berjumlah 40 ekor, namun secara tak kasat mata jumlahnya ini banyak sekali. Kenapa binatang ini yang menjadi kutukan? karena menurutnya, monyet ini sekilas mirip manusia, secara fisik yang membedakan hanyalah bulu dan ekor. Kalijaga, Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon.

Source Monyet Kutukan Sunan Kalijaga Assalammu’alaikum

Leave A Reply

Your email address will not be published.