budayajawa.id

Mitos Sejarah Siluman Kera Putih Jumprit Temanggung

0 18

Mitos Sejarah Siluman Kera Putih Di Jumprit Temanggung

Seperti yang telah diceritakan oleh Pak Tumar ( 49 th ), nama seorang juru kunci makam kuno di wisata Jumprit pada era ini, dimana beliau telah menjelaskan secara detail tentang asal-usul desa Jumprit dan Ki Udotenoyo (Ki Jumprit), seorang penemu pertama desa Jumprit. Inilah penuturan Pak Tumar mengenai Ki Dipo dan siapa Pangeran Singonegoro tersebut.

 

Pada masa peralihan islam di tanah Jawa, berdiri sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Demak yang dipimpin oleh Raden Patah. Sebenarnya, Raden Patah adalah bagian dari bangsawan di kerajaan Majapahit yang menjabat sebagai Adipati. Pada saat itu, Kerajaan Majapahit dibawah pimpinan Raja Kertabumi yang memuja dewa Syiwa, termasuk diantaranya adalah Pangeran Singonegoro. Karena perbedaan prinsip dan keyakinan dalam beragama, maka timbul perselisihan dan permusuhan antara Raden Patah dan Raja Kertabumi.

Sebab perselisihan dan dengan dibantu oleh Wali Songo, Raden Patah memisahkan diri dan membangun sebuah kerajaan baru yang diberi nama Kerajaan Demak. Akibatnya, permusuhan antara ke dua putra bangsawan kerajaan Majapahit menjadi semakin meruncing hingga terjadi perang saudara. Dengan semangat yang dikobarkan oleh para Wali Songo, akhirnya Kerajaan Demak memenangkan pertempuran atas Kerajaan Majapahit. Sebab kemenangan tersebut, nama Kerajaan Demak dirubah nama menjadi Kerajaan Demak Bintoro.

Gambar terkait

Kekalahan telak yang dialami Kerajaan Majapahit membuat beberapa rakyat dan putra bangsawan melarikan diri, termasuk Pangeran Singonegoro. Dalam pelarian, Pangeran Singonegoro diikuti oleh istri dan 2 orang cantrik yang bernama Ki Anduk dan Ki Wulung. Saat itu, Pangeran Singonegoro mempunyai hewan piaraan yaitu seekor kera yang berbulu putih dan diberi nama Ki Dipo. Ki Dipo selalu setia mengikuti kemana pun majikannya berada.

Menurut mitos, Ki Dipo bukan hanya seekor kera saja namun juga pandai bicara dengan bahasa manusia. Oleh sebab itu, keberadaan Ki Dipo sangat dikeramatkan oleh penduduk desa Jumprit dan diyakini oleh penduduk setempat bahwa setiap bulan purnama, Ki Dipo sering menampakkan wujud sebagai siluman kera putih. Jika ada seseorang yang tak sengaja melihat penampakan kera putih Ki Dipo, maka hampir dipastikan orang tersebut akan beruntung. Maka sebab itu, orang-orang dari luar kota sering wisata melakukan ngipri monyet ( mencari pesugihan ) dengan memuja Ki Dipo atau siluman kera putih.

Selama dalam pelarian, Pangeran Singonegoro sangat gemar bertapa / semedi di area sendang seperti ajaran Syiwa dan bergelar Resi Ciptaning dan mendirikan sebuah perguruan dengan nama Panembahan Ciptaning. Sendang dimana tempat semedi Resi Ciptaning adalah sebuah mata air yang bersumber dari 2 lereng gunung, yaitu gunung Sindoro dan Perahu. Selain gemar bersemedi, Resi Ciptaning juga mengajarkan Syiwa kepada para pengikut dan cantrik-cantrik. Karena usia yang sangat renta, Resi Ciptaning berniat ingin meneruskan semedi untuk menikmati sisa hidupnya dan akhirnya jasad Resi Ciptaning hilang ( dalam bahasa jawa disebut Mukso ).

Karena tak tahan hidup sendiri tanpa suami, istri Resi Ciptaning akhirnya meninggal dunia dan dikubur menjadi satu dengan tempat dimana Resi Ciptaning bersemedi. Setelah mengubur jasad majikannya, Ki Enduk Dan Ki Wulung meninggalkan area sendang dan menemukan 2 buah candi, yaitu candi Perot dan candi Pring Apus yang lokasinya juga masih di wilayah Ngadirejo. Dinamakan candi perot karena bentuknya miring, dan dinamakan Candi Pring Apus karena berada di rimbunan pohon bambu.

Keberadaan Ki Dipo tetap setia dan menunggu di tempat pemakaman Resi Ciptaning, mereka berkembang biak hingga berjumlah sangat banyak sampai sekarang dan sering di jumpai dilokasi makam. Menurut Pak Tumar, kera-kera tersebut tak pernah meninggalkan area sendang meski dengan kondisi yang sangat payah. Para kera-kera tersebut mempunyai hubungan mistik dengan roh Resi Ciptaning atau Pangeran Singonegoro. Kadang, Ki Dipo sering menampakkan diri saat bulan purnama dengan berwujud siluman monyet putih yang diyakini dapat memberi harta yang melimpah kepada orang-orang yang tertipu pada mitos.

Source Mitos Sejarah Siluman Kera Putih Di Jumprit Temanggung Blognote
Comments
Loading...