budayajawa.id

Mitos Bunga Kantil di Jawa

0 22

Mitos Bunga Kantil di Jawa

Bunga Kantil disebut juga sebagai bunga cempaka putih. Konon, bunga ini dipercaya memiliki unsur magis. Mitos yang berkembang di masyarakat, aroma bunga kantil yang khas sangat disukai oleh kuntilanak, sejenis makhlus halus berjenis kelamin perempuan. Kuntilanak, menurut mitos sering menjadikan pohon kantil sebagai rumah tempat tinggalnya.

 

Terlepas dari mitos tersebut, bunga kantil mempunyai nilai tradisi yang erat bagi masyarakat Jawa, terutama Jawa Tengah baik dalam prosesi perkawinan maupun kematian. Dalam tradisi Jawa, setiap pengadaan pesta pernikahan selalu menggunakan bunga kantil untuk menghias rambut. Hiasan bunga kantil diberikan kepada kedua pasangan pengantin, baik yang laki-laki maupun perempuan.

Selain itu, menurut mitos yang beredar, bunga kantil juga dipercaya dapat mendeteksi keperawanan sang pengantin. Konon, jika sang pengantin wanita sudah tidak gadis lagi, maka bunga kantil yang dikenakan tidak beraroma wangi dan bunga kantil akan terbuka, tidak menguncup. Sebaliknya jika sang pengantin wanita masih perawan, bunga kantil tetap menguncup dan menebar semerbak aroma mewangi.

Bunga Kantil juga mempunyai makna ritual yaitu kemantil-kantil yang artinya selalu ingat dimanapun berada, atau tetap mempunyai hubungan yang erat walaupun alamnya sudah berbeda. Filosofi inilah yang menjadikan kebanggaan bagi masyarakat Jawa, dan salah satu bentuk apresiasinya adalah penghargaan dalam bentuk karya seni yang beragam seperti dalam ukiran, lukisan batik dan sebagainya. Sedangkan untuk wilayah tumbuhnya, bunga ini dapat tumbuh di ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut. Penyebaran tumbuhan ini dari Asia tropis sampai ke pulau-pulau di Pasifik.

Source Mitos Bunga Kantil di Jawa Jitunews.com
Comments
Loading...