budayajawa.id

Mitos Alas Ketonggo Ngawi

0 15

Mitos Alas Ketonggo Ngawi

Alas Ketonggo merupakan hutan yang sangat terkenal, khususnya bagi para pecinta dunia lain. Hutan di Alas Ketonggo  yang berada di Ngawi, Jawa Tiimur ini merupakan kawasan hutan yang memiliki pemandangan indah dan rindang serta sejuk. Alas Ketonggo memiliki luas sekitar 5000 meter persegi. Namun siapa sangka, di balik keindahan pemandangan hutan ini ternyata memiliki sejuta kisah misteri di dalamnya.

Alas Ketonggo sendiri memiliki arti, yakni Alas yang berarti hutan, Ketonggo yang berarti terlihat, dan Onggo yang berarti makhluk halus. Sehingga kalau dijabarkan berarti hutan yang dihuni oleh makhluk halus yang terlihat. Menurut mitos, Alas Ketonggo dipercayai sebagai pusat keraton makhluk halus yang dimana di dalam hutan tersebut memang terdapat 54 tempat pertapaan yang sering digunakan oleh paranormal untuk bertapa.

Namun dari banyaknya tempat pertapaan, hanya ada 10 tempat pertapaan yang cukup populer di Alas Ketonggo, yaitu Punden Tugu Mas, Phunden Watu Dakon, Kali Tempur Sedalem, Palenggahan Agung Srigati, Punden Siti Hinggil, Batok Bolu, Umbul Jambe, Watu Legok, Kori Gapit dan Palenggahan Soekarno.

Selain menjadi obyek wisata spiritual, ada mitos yang menyebutkan bahwa di Alas Ketonggo sering terdengar suara yang cukup misterius pada malam hari. Tak hanya itu, kabarnya banyak pengunjung yang juga melihat kilatan cahaya aneh datang dari atas pepohonan. Alas Ketonggo juga kabarnya sering menjadi tempat penarikan uang atau barang  gaib.

Gambar terkait

Kawasan hutan ini dipercaya memiliki daya mistis yang sangat tinggi karena adanya kerajaan gaib dan gerbang gaib yang menghubungkan dunia manusia dengan dunia gaib. Di Alas Ketonggo juga terdapat batu besar yang biasa disebut watu gede. Percaya atau tidak batu tersebut adalah pintu menuju kerajaan dunia lain.

Kejadian ini pernah serius dialami seorang pengunjung bernama Harsa Bayuaji. Ia bersama temannya pernah tersesat di sebuah perkampungan yang oleh warga sekitar disebut kampung jin. Menurut penuturannya, kampung tersebut layaknya kampung-kampung pada umumnya. Ada beberapa deret rumah dan warung yang menjual makanan, terlihat juga beberapa laki-laki yang berdiri di pagar pintu rumahnya dan wanita-wanita yang menggendong anaknya dengan kain batik.

Setelah sekian lama di kampung tersebut, ia menyadari adanya kejanggalan, sontak teman-temannya berjalan ke arah pemilik warung untuk bertannya ke mana arah jalan pulang. Wanita itu terus menunduk dan tidak menolehkan arah pandangannya. Sang wanita kemudian memberi tahu arah jalan. Sebelum pergi temannya membeli pisang goreng di warung tersebut. Tapi siapa sangka setelah mereka berhasil keluar kampung, ia beserta temannya terkejut ketika menyadari bahwa pisang goreng yang ia beli hanyalah bungkusan daun jati yang memang aneh.

Source http://www.netralnews.com http://www.netralnews.com/news/sisilain/read/116486/misteri.alas.ketonggo..hutan...berhantu.
Comments
Loading...