budayajawa.id

Makna Ketan, Kolak, Dan Apem Dalam Tradisi Ruwahan Masyarakat Jawa

0 5

Makna Ketan, Kolak, Dan Apem Dalam Tradisi Ruwahan Masyarakat Jawa

Masyarakat Jawa dikenal dengan banyaknya ritual yang dilakukan dalam berbagai kesempatan. Seperti ketika menjelang bulan puasa, ada tradisi Ruwahan yang pasti menghadirkan makanan Ketan, Kolak dan Apem. Tradisi ini sendiri biasanya dilaksanakan bulan Ruwah dalam kalender Jawa, atau bulan Sya’ban dalam kalender Hijriah.

Biasanya tradisi Ruwahan ini diselengarakan 10 hari menjelang bulan puasa, yang ditandai dengan membuat sajian Ketan, Kolak dan Apem. Yang nantinya, sajian ini akan dibagikan ke saudara-saurda juga ke tetangga sekitar. Ada pula yang menyelenggarakan Ruwahan ini dengan acara kenduri.

Dan sebagaimana masyarakat Jawa pada umumnya dikenal senang mengguankan simbol-simbol dalam tradisinya. Seperti juga dengan penggunaan sajian Ketan, Kolak dan Apem dalam tradisi Ruwahan ini, yang memiliki makna dan filosifi mendalam. Berikut ini makna dan filosofi Ketan, Kolak, dan Apem yang dikutip dari berbagai sumber :

  • Ketan

Nama ketan sendiri dalam kepercayaan masyarakan Jawa mmeiliki banyak makna. Ketan bisa diartikan “kraketan” atau “ngraketke ikatan”, yang artinya merekatkan ikatan. Dimaknai sebagai simbol perekat tali persaudaraan antar sesama manusia. Hal ini juga ditandai dengan pembagian sajian kepada tetanga dan saudara untuk memperekat keakraban.

Nama Ketan juga dipercaya berasat dari kemutan dalam bahasa Jawa, yang artinya teringat. Hal ini sebagai simbil perenungan dan instropeksi diri atas kesalahan dan dosa yang pernah dilakukan selama ini. Dengan kata lain, sebagai manusia harus selalu ingat atas dosa-dosanya dan merenungkannya.

Ada pula yang mempercayai nama ketan diambi dari bahasa Arab, Khatam yang artinya tamat. Hal ini menyimbolkan umat dari nabi yang terakhir, yaitu Nabi Muhammad saw. Ada pula yang mempercarai nama Ketan dari kata Khotam, juga dari bahasa Arab yang berarti kesalahan.

  • Kolak

Kolak adalah sajian makan manis yang terbuat dari ubi, pisang dan kolang-kaling yang direbus bersama kuah santan dan gula Jawa. Namun berbeda dengan kolak yang biasa di bulan Ramdhan, kolak Ruwahan biasanya kuahnya lebih kental bahkan hampir asat. Dan rasanya biasanya lebih manis legit dengan sedikit santan yang tersisa.

Nama kolah sendiri dipercayai berasal dari bahasa arab yaitu kata “Khalaqa”, yang artinya menciptakan. Atau juga dari kata “Khaliq” yang berarti Sang Pencipta. Dengan kata lain, Kolak ini merujuk kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kolak ini sebagai simbol harapan dari pembuatnya, agar selalu ingat kepada Sang Pencipta, Tuhan Yang Maha Esa.

  • Apem

Apem adalah kue tradisional masyarakat Jawa yang terbuat dari tepung beras. Berbentuk bulat pipih sempurna, karena dimasaknya menggunakan cetakan khusus. Dalam memasak juga tidak sembarangan, membutuhkan kesabaran karena harus menggunakan bara api kecil untuk menghasilkan Apem yang matang sempurna sampai dalam.

Nama Apem sendiri dipercaya berasar dari bahasa Arab yaitu kata “Afwan”, yang artinya memohon ampunan. Atau berasal dari kata “Afuan”, yang artinya meminta maaf. Dengan ini, Apem dimaknai kalau kita diharapkan selalu bisa memberi maaf atau memaafkan kesalahan-kesalahan orang lain. Atau juga dimaknai sebagai pertobatan manusia yang memohon ampun.

Source Makna Ketan, Kolak, Dan Apem Dalam Tradisi Ruwahan Masyarakat Jawa JogjaUpdate.com

Leave A Reply

Your email address will not be published.