budayajawa.id

Makna Kembang 7 Rupa dalam Tradisi Jawa

0 4

Makna Kembang 7 Rupa dalam Tradisi Jawa

Bunga merupakan tanaman yang indah untuk dilihat dan begitu harum baunya. Selain indah dan harum, bunga ternyata juga menyimpan banyak makna dalam sebuah kehidupan. Bahkan menurut kalangan tokoh spiritual, bunga acapkali dipakai sarana untuk melakukan acara ritual, dan pelengkap dalam sesajen, yang dikenal dengan istilah Kembang 7 Rupa. Anehnya, bunga-bunga yang dipakai merupakan jenis bunga tertentu, alias tidak sembarang bunga. Nah, berikut ini merupakan 7 jenis bunga yang dipakai sebagai sesajen:

  • Bunga Kantil

Makna dari bunga Kantil ini yakni agar memiliki jiwa spiritual yang kuat, sehingga mampu meraih sukses lahir maupun batin. Selain itu, bunga kantil berarti pula, adanya tali rasa, atau tansah kumanthil-kanthil, yang bermakna pula kasih sayang yang mendalam tiada terputus. Yakni curahan kasih sayang kepada seluruh makhluk hidup.

  • Bunga Melati

Sedangkan makna dari bunga melati adalah ketika melakukan tidakan selalu melibatkan hati (kalbu), tidak semata hanya bertindak saja. Selain itu, makna lain dari bunga melati adalah dalam berucap hendaknya selalu mengandung ketulusan dari hati nurani yang paling dalam. Lahir dan batin haruslah selalu sama, kompak, tidak munafik. Bahkan, dalam menjalani segala sesuatu tidak asal bunyi.

  • Bunga Kenanga

Dalam adat Jawa, Kenanga memiliki arti kenang-en ing angga, yang bermakna filosofi, agar setiap anak yang turun selalu mengenang, semua “pusaka” atau warisan leluhur berupa benda-benda seni, tradisi, kesenian, kebudayaan, filsafat, dan ilmu spiritual yang banyak mengandung nilai-nilai kearifan lokal.

  • Bunga Mawar Merah

Bunga ini melambangkan “dumadine jalma menungsa” yang berarti proses lahirnya manusia ke dalam dunia fana. Selain itu, mawar merah juga melambangkan ibu. Yang mana ibu adalah tempat dimana jiwa raga manusia diukir. Bahkan, dalam tradisi bancakan weton Jawa, bunga mawar juga bisa digantikan dengan bubur merah.

  • Bunga Mawar Putih

Mawar putih adalah perlambang dari Bapa yang meretas roh manusia menjadi ada. Dalam lingkup makrokosmos, Bapa disini adalah Bapa langit, sedangkan Ibunya adalah Ibu Bumi. Atau Bapanya jiwa bangsa Indonesia, Ibunya adalah nusantara Ibu Pertiwi. Perpaduan ini diharapkan mampu menghasilkan bibit regenerasi  yang berkwalitas unggul. Sehingga tercipta keselarasan dan keharmonisan antara bumi dan langit, yang dikenal dengan istilah “Gemah Ripah Loh Jinawi, Tata Titi Tentrem Kerta Raharja.

  • Bunga Telon

Telon berasal dari kata telu (tiga). Dengan harapan agar meraih tiga kesempurnaan dan kemuliaan hidup (tri tunggal jaya sampurna), “Sugih banda”, “sugih ngelmu”, dan “sugih kuasa”. Bunga telon ini terdiri dari bunga mawar, melati, kantil yang dijadikan satu kesatuan.

  • Bunga Mawar

Berbeda dengan mawar merah dan putih, dalam bunga mawar ini tak terpaku dengan warna merah ataupun putih. Yang terpenting adalah jenis mawar. Bunga mawar ini melambangkan kehendak ataupun niat. Dalam menghayati nilai-nilai luhur, hendaknya dengan niat yang tulus. Jadi, niat tersebut harus berdasarkan ketulusan, dan menjalani segala sesuatunya tanpa pamrih.

Source Makna Kembang 7 Rupa dalam Tradisi Jawa Jitunews.com

Leave A Reply

Your email address will not be published.