budayajawa.id

Legenda Pemandian Krakal Kebumen

0 6

Legenda Pemandian Krakal Kebumen

Konon beratus-ratus tahun yang lalu, ada salah satu Kerabat Keraton Surakarta, yang bernama Kyai Agung Sabdo Guno menderita penyakit kulit yang berkepanjangan dan susah untuk diobati. Hingga akhirnya beliau bermimpi melihat ada sumur kecil di suatu tempat yang berada di tengah hutan jati, dimana air sumur itu bisa menyembuhkan penyakit kulitnya. Berdasarkan mimpi tersebut, maka berangkatlah Ki Ageng Sabdo Guno ke tempat yang dimaksud seperti dalam mimpinya.

Setelah melakukan perjalanan dan penyusuran ke tempat yang sesuai mimpi, ternyata tempat itu adalah sebuah hutan jati kecil yang disekelilingnya terdapat banyak batuan, dan kerikil yang agak besar (disebut krakal) bekas gunung berapi, dan memang benar di tengahnya ada sumur kecil yang airnya panas dan berasa asin. Setelah rutin mandi di sumur itu dan beliau membuat pertapaan untuk tinggal cukup lama, ternyata penyakit kulitnya berangsur-angsur bisa sembuh.

Kemudian, setelah sembuh dari penyakit kulitnya, beliau memberikan nama pada tempat itu, untuk memudahkan mengingat tempat itu dengan menamainya Desa Krakal (diambil dari kata krakal, yang berarti kerikil yang agak besar). Dan nama Krakal itu dipakai juga sebagai nama desa dari mulai terbentuknya kelurahan desa Krakal dengan lurah pertamanya Karyadrana, dan sampai sekarang nama itu menjadi nama dari desa Krakal. Sementara keberadaan atau lokasi pemandian Air Panas Krakal berada di Dukuh Kalisinan. Entah kebetulan atau tidak, sampai sekarang sumur-sumur yang letaknya searah dan berada di sekitar pemandian air panas Krakal Kebumen memang airnya agak Asin terutama ketika musim kemarau.

Hingga akhirnya Kyai Agung Sabdo Guno meninggal dan dimakamkan di sebuah bukit pada sebelah selatan pemandian yaitu di Gunung Sanggar (gunung di sebelah selatan dari pemandian Krakal). Makam Kyai Agung Sabdo Guno sampai sekarang masih ada di dekat krakal Kebumen, sejak itulah sumur pemandian air panas Krakal dikunjungi banyak orang dan diyakini bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit. Karena melekatnya unsur Kejawen dan Magis di masyarakat, bahkan pada bulan-bulan tertentu seperti Ruwah dan Suro, banyak pengunjung Pemandian Krakal dari Solo yang datang untuk berziarah ke makam keramat Ki Sabdo Guno.

Dalam perkembangannya, pada tahun 1905 pemerintah Belanda membangun Pemandian Air Panas Krakal sebagai tempat Pengobatan Penyakit Kulit (Bukan Sebagai Obyek Wisata). Pada jaman itu di sekitar Pemandian Air Panas Krakal sudah tinggal masyarakat TiongHoa yang menjadi tengkulak hasil bumi, khususnya gambir dari petani setempat. Adanya makam orang Tionghoa yang tidak jauh dari Pemandian Krakal, dan ditandai pula dengan sebidang tanah di tikungan sebelum Pemandian Krakal yang oleh masyarakat setempat disebut Tenggoang (dari kata Tionghoa). Konon di situ berdiri rumah Taoke kaya dan meninggal di dalam rumahnya karena terbakar. Bukti yang lain, adalah sebuah tanah yang masih ada sisa-sisa bangunan Tionghoa, yang lokasinya tepat di sebelah timur pemandian Krakal. Dulunya tempat itu adalah hotel/penginapan orang-orang Tionghoa yang mandi dan berlibur di pemandian Krakal, yang oleh masyarakat sekitar tempat itu disebut sebagai Lay (Tan Tio Lay).

Source Legenda Pemandian Krakal Kebumen Facebumen
Comments
Loading...