budayajawa.id

Legenda Cerita Panji yang Mendunia

0 12

Legenda Cerita Panji yang Mendunia

Panji merupakan kisah tradisional Jawa Timur berlatar zaman Kediri (1104-1222) yang kemudian menyebar ke beberapa wilayah dan negara lain. Cerita Panji sendiri juga mengalami anakronisme, yakni mencampurkan latar belakang Singasari (1222-1293). Sulit untuk memaparkan cerita Panji, karena banyaknya versi yang terus ditulis tiap zamannya maupun satu wilayah ke wilayah lain. Belakangan diketahui terdapat delapan versi tentang cerita Panji.


Misalnya Panji Kuda Sumirang, Panji Kamboja, Panji Serat Kanda, Angron Akung, Jayakusuma, Panji Angreni Palembang, Panji Kuda-Nurawangsa, Malat. Ini juga belum dihitung versi cerita rakyat seperti Ande-ande Lumut, Ketek Ogleng , Ragil Kuning dan lain sebagainya.

Cerita Panji diduga berasal dari Kakawin Smaradahana karya Mpu Dharmaja dari Zaman Kadiri. Pada bagian akhir kakawin ini diceritakan tentang kisah perkawinan Kameswara dari Madyadesa (Kadiri) dengan Putri Kirana dari Wajradrawa (Janggala).

Poerbatjaraka pernah menyebut bahwa cerita Panji merupakan suatu bentuk revolusi kesusastraan terhadap tradisi India yang berawal dari zaman keemasan Majapahit dan ditulis dalam bahasa jawa Tengahan (Poerbatjaraka, 1968:408-409).

Banyak disebutkan bahwa penyebarannya cerita Panji ke luar Jawa terjadi lebih banyak dilakukan dengan cara lisan. Dalam perkembangan selanjutnya, cerita tersebut ditulis dengan huruf Arab-Melayu. Kemudian dalam bentuk naskah Arab Melayu itulah diperkenalkan ke wilayah Asia Tenggara daratan.

Cerita Panji tersebar ke daerah di Nusantara meliputi seluruh Jawa dan Bali, Nusa Tenggara, dan berbagai daerah Sumatra. Sedangkan di luar negeri, cerita Panji juga santer didengar di wilayah di Asia Tenggara, meliputi Thailand, Kamboja dan Myanmar.

Cerita Panji berkembang melalui berbagai aspek kehidupan dan bentuk seni, seperti seni tari, sastra, teater, wayang, seni lukis dan seni pahat. Cerita Panji meski terdiri dari berbagai versi, inti cerita Panji selalu bercerita tentang kehidupan tokoh Raden Panji (Panji Asmorobangun) dari Kerajaan Jenggala dan Putri Candrakirana (Dewi Sekartaji) dari Kerajaan Daha atau Kediri.

Raden Panji dianggap sebagai titisan Dewa Wisnu, sedang Dewi Sekartaji sebagai titisan dari Dewi Sri. Penyatuan Panji dan Sekartaji, sebagai bentuk penyatuan pria dan wanita yang menghasilkan kesuburan atau keturunan, dijadikan simbol kesuburan padi. Dari latar belakang cerita itu, para seniman se-Kediri Raya menggelar sebuah workshop dalam upaya penguatan cerita Panji menjadi warisan budaya internasional.

Source Legenda Cerita Panji yang Mendunia Merdeka.com
Comments
Loading...