budayajawa.id

Legenda Batu Ratapan di Puncak Sikunir Dieng

0 14

Legenda Batu Ratapan di Puncak Sikunir Dieng

Batu Ratapan terletak di atas bukit Sikunir sebelah timur. Gundukan batu yang lumayan terjal dengan di tumbuhi rerimbunan pepohonan. Di sebut Batu Ratapan oleh warga setempat di sebabkan cerita terdahulu mengenai penduduk setempat yang menyebutnya karena di pakai puncak batu tersebut oleh seorang gadis untuk menunngu kekasihnya yang lama akhirnya tidak kunjung datang. Cerita ini di awali ketika sepasang kekasih tersebut sudah meniatkan untuk saling mengikat hubungan mereka dengan resmi melalui pernikahan, dengan alasan pihak dari keluarga dari laki-laki kurang banyak memiliki harta kekayaan maka keluarga pihak perempuan tidak menerima lamaran laki-laki tersebut.

Tetapi di karenakan dua sejoli tersebut sudah sangat saling mencintai dan akhirnya mereka memaksa untuk akan melanjutkan rencana mereka untuk menikah. Akhirnya keluarga perempuan mengijinkan mereka untuk menikah tetapi dengan syarat yang harus mereka penuhi. Syarat tersebut adalah calon mempelai harus memiliki bunga Sukma, konon bunga Sukma adalah bunga ghaib yang jika ada yang memiliki bunga tersebut maka pemiliknya akan terus di berikan banyak kekayaan melimpah.

Sudah di tentukan tanggal dan hari yang baik dan juga masa yang tepat untuk berangkat kedua orang tersebut untuk memulai pencarian bunga Sukma. Mereka berpencar ke arah yang berbeda dan sebelum mereka menentukan arah tujuan. Mereka berjanji untuk bertemu di puncak batu di bukit Sikunir, tempat biasa mereka ketemu untuk menghabiskan waktu mengobrol.

Berpencarlah mereka ke arah yang berlawanan. Sang laki-laki tanpa mengeluh terus mencari ke setiap sudut yang mereka percayai sebagai tempat di mana bisa di temukan bunga yang mereka maksud. Lereng bukit, pinggir sungai, rawa dan bahkan ke hutan yang banyak di bicarakan warga setempat sebagai hutan yang banyak berada di tempat tersebut binatang buas. Sang perempuan mencari juga ke banyak tempat yang ia sudah ketahui dari orang tua untuk mendapatkan bunga Sukma ajaib itu. Setelah sang perempuan mencari dengan sepenuh hati akhirnya menemukan bunga sukma tersebut.

Senang sekali ia rasakan karena dengan di temukannya bunga tersebut ia akan segera menjadi pengantin wanita yang sangat ia inginkan. Sang perempuan dengan suka cita segera berlari untuk menjangkau puncak bukit Sikunir tepatnya di puncak batu yang sudah di janjikan sebagai tempat ketemuan. Ia menunggu terus sampai hampir ia putus asa. Hujan deras dan angin kencang tidak menggoyahkan kekuatannya untuk terus menunggu kekasih pujaannya.

Sementara sang laki-laki terus mencari hingga ia hampir tidak sabar karena hujan deras dan angin kencang. Akhirnya ia putuskan untuk berteduh di sebuah goa. Goa yang ia pakai untuk berteduh ternyata adalah goa angin, goa angin konon menurut cerita rakyak akan menghembuskan angin yang sangat kencang jika ada benda yang memasuki tempat tersebut. Dan benar terjadi, setelah beberapa saat laki-laki calon pengantin ini masuk ke rongga goa ia segera terpental sangat jauh dan hilang tidak di temukan. Di akhir kisah, sang perempuan menunggu hingga larut malam bahkan hingga hari-hari berikutnya meratap di atas batu tersebut.

Banyak yang membujuk sang perempuan untuk berhenti menunggu, tetapi ia sungguh sudah sangat mengidamkan pernikahan yang sudah hampir terjadi. Ia sangat putus asa dengan kenyataan bahwa sang laki-laki hilang tidak akan pernah kembali sebagai orang yang akan menghabiskan sisa hidupnya bersama. Kemudian sampai perempuan ini lanjut usia dan menghembuskan nafas terakhirnya dengan menginggalkan cerita yang orang akan mengenangnya melalui Batu Ratapan.

Source Legenda Batu Ratapan di Puncak Sikunir Dieng sikunirdieng.com
Comments
Loading...