budayajawa.id

Kitab Peninggalan Hindu Buddha Pada Zaman Kerajaan Majapahit

0 40

Kitab Peninggalan Hindu Buddha Pada Zaman Kerajaan Majapahit

Pengaruh Hindu Buddha dari India ke Indonesia berhasil membawa kemajuan yang pesat, terutama dalam seni sastra. Karya sastra yang sampai saat ini masih terkenal adalah kitab Ramayana dan Mahabharata. Bahkan kitab Mahabharata pun juga sudah mengambil alih dalam seni film. Adanya peninggalan kitab-kitab ini, membuat para pujangga di Indonesa untuk terus menghasilkan karya-karya sastra yang lebih baik lagi.
Isi dari karya sastra peninggalan Hindu Buddha di Indonesia ini mayoritas tidak menggunakan kalimat langsung dalam penyajiannya, melainkan di isi dengan kumpulan puisi dan sajak-sajak indah dalam sejumlah bait (pupuh). Ungkapan yang biasa ada dalam karya sastra ini, biasa disebut dengan kakawin. Tema kitab yang diambil pun berasal dari gubahan atau karya baru yang juga sudah disesuaikan dengan tradisi dan budaya yang ada di masyarakat kita. Penting dengan adanya karya sastra ini, kita dapat mengambil catatan, kisah dan laporan peristwia-peristiwa penting dalam sejarah.
Pada zaman majapahit, karya sastra juga berkembang pesat, dan hasil sastranya terbagi menjadi zaman majapahit awal dan juga majapahit akhri. Diantaranya adalah :

Sastra Zaman Majapahit Awal

1. Kitab Negara Kertagama : Karya Empu Prapanca, yang berisi tentang keadaan kerajaan Majapahit, daerah-daerah jajahan dan perjalanan pemerintahan Hayam Wuruk dalam memimpin daerah-daerah kekuasaannya. Selain itu, di dalam kitab ini juga disebutkan tentang upacara Sradda untuk Gayatri, mengenai kehidupan keagamaan zaman Majapahit. Kitab Negara Kertagama ini lebih rinci menjelaskan tentang sejarah budaya, daripada sejarah politik.

2. Kitab Sutasoma : Karya Empu Tantular, yang berisi tentang anak raja yang menjadi pendeta Buddha. Anak raja ini rela mengorbankan dirinya untuk kesejahteraan semua mahluk. Oleh sebab itu, banyak orang yang tertolong olehnya. Di dalam kitab juga terdapat ungkupan yang berbunyi : “Bhineka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrawa” yang saat ini dipakai sebagai lambang NKRI.

3. Kitab Arjunawijaya : Karya Empu Tantular, yang berisi tentang raksasa yang berhasil dibunuh oleh Arjuna Sasrabahu.

4. Kitab Kunjarakarna : Berisi tentang raksasa Kunjarakarna yang sangat ingin berubah menjadi manusia. Raksasa ini menghadap Wairocana dan diizinkan melihat neraka. Sebab ia taat kepada agama Buddha, maka keinginannya di kabulkan.

5. Kitab Parthayajna : Berisi tentang keadaan Pandawa setelah kalah main dadu bersama Kurawa, yang akhirnya diasingkan ke hutan.

Sastra Zaman Majapahit Akhir

Hasil karya sastara zaman majapahit akhir, lebih banyak ditulis dengan bahasa Jawa Tengah. Di antaranya ada juga yang ditulis dalam bentuk tembang (kidung) dan gancaran (prosa).

1. Kitab Pararaton : Yang berisi tentang cerita mitos atau dongeng tentang raja-raja Singasari dan Majapahit. Selain itu juga diceritakan tentang Raja Jayanegara, pemberontakan yang dilakukan oleh Ranggalawe dan Sora, serta peristiwa Bubat.

2. Kitab Sudayana : Yang berisi tentang peristiwa bubat, yaitu rencana perkawinan yang akhirnya berubah menjadi pertempuran antara Pajajaran dan Majapahit di bawah pimpinan Patih Gajah Mada. Di dalam pertempuran bubat ini, raja Sunda dengan pembesarnya terbunuh, dan Dyan Pitaloka membunuh dirinya sendiri.

3. Kitab Sorandakan : Yang ditulis dalam bentuk kidung, menceritakan tentang pemberontakan yang dilakukan oleh Sora terhadapa Raja Jayanegara di Lumajang.

4. Kitab Ranggalawe : Yang ditulis dalam bentuk kidung, menceritakan tentang pemberontakan Ranggalawe dari Turban terhadap Raja Jayanegara.

5. Kitab Panjiwijayakrama : Yang ditulis dalam bentuk kidung, menceritakan tetnang riwayat Raden Wijaya sampai berhasil mendirikan kerajaan Majapahit.

6. Kitab Usana Jawa : Yang berisi tentang penaklukan Bali oleh Patih Gajah Mada dan Aryadamar.

7. Tantu Panggelaran : Yang berisi tentang pemindahan gunung Mahameru ke Pulau Jawa, oleh Dewa Brahma, Wisnu dan Siwa. Keruntuhan gunung Mahameru sepanjang pulau Jawa menghasilkan gunung-gunung di Jawa lainnya.

8. Kitab Calon Arang : Yang berisi tentang seorang pengrajin tenun, yang bernama Calon Arang yang hidup saat masa pemerintahan Raja Airlangga. Penenun ini memiliki anak yang sangat cantik, namun tidak ada yang berani untuk meminangnya. Calon Arang merasa terhina dan menyebarkan wabah penyakit di seluruh negeri. Atas perintah Raja Airlangga, ia dapat dibunuh oleh Empu Bharada.

Source ilmuseni.com https://ilmuseni.com/seni-sastra/karya-sastra-peninggalan-hindu-buddha
Comments
Loading...