budayajawa.id

Kisah Kelahiran Prabu Angling Dharma

0 6

Kisah Kelahiran Prabu Angling Dharma

Saat sebelum Angling Dharma lahir, ada suatu kerajaan yang di kenal dengan Kerajaan Hastina. Kerajaan Hastina waktu itu di pimpin oleh Raja yang di kenal dengan Raja Parikesit. Sejak Parikesit memiliki sebagian orang putra, kehidupan di sekitar kerajaan mulai lebih buruk lantaran berlangsung persaingan perebutan tahta kerajaan. Raja Parikesit mewariskan tahtanya pada putranya Yudayana. Saat saat kepemimpinan Yudayana diawali, kerajaan nyaris alami kehancuran hingga Raja Yudayana hingga berani merubah nama kerajaannya jadi Kerajaan Yawasita. Pergantian nama kerajaan dikerjakan punya maksud supaya hari esok kerajaan yang di pimpin raja Yudayana makin lebih baik. Tetapi sebenarnya hari esok kerajaan Yawasita terus tak jaya. Hingga tahta Raja Yudayana dia berikanlah pada saudaranya Gendrayana yang dahulu pernah berkompetisi dengan Yudayana.

Pada saat pemerintahan Raja baru Gendrayana, lingkungan kerajaan makin lebih baik serta mulai ada pergantian yang lebih sejahtera. Hal semacam itu dibuktikan dengan tak ada rakyat yang alami kelaparan serta kemiskinan. Tetapi, saat kepemimpinan Gendrayana tak terlampau lama lantaran dia menghukum adiknya sendiri yang bernama Sudarsana dengan basic kesalahpahaman pada ke-2 iris pihak. Mendengar berita itu, Batara Narada atau seseorang pendeta dari kahyangan yang bijaksana datang ke kerajaan Yawastita untuk mengadili Gendrayana. Juga sebagai hukumannya, gendrayana dibuang ke rimba oleh Batara Narada. Sedang adiknya Sudarsana jadikan juga sebagai pengganti Gendrayana. Gendrayana mengajak sebagian pengikut setianya untuk hidup bersamanya serta bikin kerajaan baru satu hari kelak.

Didalam rimba, Gendrayana berjuang keras berbarengan pengikut-pengikutnya bikin suatu kerajaan yang bakal berdiri kokoh. Sesudah satu tahun lebih, pada akhirnya suatu kerajaan sukses berdiri atas perjuangan keras yang dikerjakan Gendrayana. Kerajaan itu dinamakan Kerajaan Mamenang oleh Gendrayana. Serta raja pertama yang menempati pada saat itu yaitu Gendrayana sendiri. Bahkan juga hingga Beberapa ratus th. kerajaan Mamenang sukses memakmurkan rakyatnya serta senantiasa unggul dalam persaingan dengan kerajaan Yawasita. Sesudah alami saat kejayaan, Gendrayana dikaruniai seseorang putra yang dinamakan Jayabaya. Gendrayana mewariskan tahtanya pada Jayabaya. Sedang Raja Sudarsana juga menyerahkan tahtanya pada putranya yakni Sariwahana. Kamudian Sariwahana mewariskan tahtanya pada putranya Astradama lantaran Sariwahana tak terlampau sukai jadi seseorang raja. Pada saat perubahan tahta, ke-2 kerajaan ini kerap ikut serta dalam perang saudara. Perang saudara ini hingga bertahan sampai beberapa puluh th. serta tetap harus tak selesai-selesai.

Pada akhirnya ke-2 kerajaan ini damai atas pertolongan dari Hanoman yang sudah bertapa kian lebih beberapa ratus tahun. Hanoman bertindak yang sukses wujudkan perdamaian pada kerajaan Yawastina dengan kerajaan Mamenang lewat cara perkawinan satu diantara anggota kerajaan. Yakni Astradarma dinikahkan dengan Pramesti, Putra Jayabaya.

Sesudah menikah, Pramesti punya mimpi bersua dengan Batara Wisnu. Batara Wisnu berkata bahwa dia bakal dilahirkan didunia lewat rahimnya sendiri. Karenanya ada peristiwa mimpi itu, mendadak perut Pramesti membuncit serta di dalam rahimnya ada jabang bayi. Sontak Astradarma menuduh Pramesti selingkuh dengan orang lain. Hingga Astradarma mengsusir istrinya untuk pulang kembali pada negerinya. Waktu Jayabaya menjumpai putrinya jalan menuju ke istananya dengan situasi hamil serta lemas, Jayabaya sangatlah murka pada Raja Astradarma. Lalu Jayabaya mengutuk kerajaan Yawastina terbenam oleh banjir bandang yang besar. Tidak lama kutukan itu juga berlangsung serta menerpa kerajaan Yawastina. Pada akhirnya Raja Astradarma dengan semua rakyatnya terhempas serta menghilang berbarengan istananya lantaran banjir yang menempa kerajaannya. Begitulah selesainya kerajaan Yawastina.

Sesudah robohnya kerajaan Yawastina, Pramesti melahirkan seseorang putra yang di beri Angling Dharma. Angling Dharma adalah bayi titisan Dewa Wisnu yang mempunyai kekuatan-kekuatan yang luar umum. Angling Dharma dilahirkan berbarengan dengan kematian kakeknya Jayabaya. Sesudah wafatnya Jayabaya, tahta kerajaan Mamenang lalu diserahkan pada Jaya Amijaya (Saudara Pramesti).

Source Kisah Kelahiran Prabu Angling Dharma Dunia Pusaka Gallery Keris

Leave A Reply

Your email address will not be published.