budayajawa.id

Ki Ageng Buwana Keling

0 2

Ki Ageng Buwana Keling

Ki Ageng  Buwana Keling namanya begitu melegenda bagi masyarakat Pacitan, Jawa Timur. Ki Ageng Buwana Keling menurut cerita yang beredar di Pacitan adalah seorang putra Padjajaran sekaligus penyebar agama Hindu. Beliau memiliki benda pusaka berupa Kitab Pancasena dan Tongkat Sono Keling.

Konon kedua pusaka tersebut membuat Ki Ageng Buwana Keling menjadi sakti mandraguna. Ia juga dikenal kebal sehingga tak bisa dibunuh. Sehingga untuk bisa membuatnya benar-benar mati, jasad Ki Ageng Buwana Keling dibagi tiga dan dikuburkan secara terpisah.

 

Menurut Santoso (68) juru kunci makam Ki Ageng Buwana Keling yang pertama berada di dusun Jati, Desa Purwoasri, Kecamatan Kebonagung, Pacitan.

“Area pemakaman Buwana Keling diletakan di tiga lokasi yang dipisahkan oleh sungai. Bagian kepala dimakamkan di dusun Nglaos, desa Banjarejo, bagian kaki dikebumikan di dusun Sampang, desa Purwoasri dan bagian badan dikuburkan di dusun Jati, desa Purwoasri” demikian ketarangan sang kuncen.

Makam Buwana Keling yang berada di dusun Jati desa Purwoasri kecamatan Kebonagung kabupaten Pacitan terdapat pohon Sono yang sangat besar, menurut warga setempat yang mulanya pohon tersebut berupa tongkat Ki Ageng Buwana Keling yang bernama tongkat Sono Keling.

Begitu masyarakat sekitar mempercayainya, dengan adanya mitos lain yaitu apabila ada seseorang yang mengambil sebagian daun sono tersebut maka akan mengalami hal-hal yang tidak diinginkan Santoso (68) sebagai juru kunci makam Ki Ageng Buwana Keling I mengatakan,

“Ada warga yang mencoba mengambil daun dari pohon tersebut untuk memberi makan kambing, tetapi ketika kambing tersebut diberi makan daun dari pohon sono tersebut seketika mati”. Ujarnya.

Dilihat dari segi perawatan, dari ketiga makam Ki Ageng Buwana Keling yang tidak terawat yaitu di dusun Nglaos desa Banjarjo Kecamatan Kebonagung kabupaten pacitan.

Menurut bapak Yusuf (55) ketua RT di dudun Ngalos desa Banjarjo menjelaskan, Warga dusun Nglaos desa Banjarjo cenderung tidak mempercayai adanya mitos-mitos yang timbul mengenai Ki Ageng Buwana Keling, berbeda dengan masyarakat dusun Jati dan desa Sampang, mereka masih mempercayai adanya mitos mengenai Buana Keling sehingga tidak ada masyarakat yang berani melanggar mitos tersebut.

Source Ki Ageng Buwana Keling Merah Putih

Leave A Reply

Your email address will not be published.