budayajawa.id

“Kerajaan Medang” Kerajaan Hindu dan Mataram Kuno Abad 8

0 8
Sekilas Kerajaan Medang

Istilah Medang umum digunakan untuk menyebutkan nama kerajaan ini saat bertempat di Jawa Timur. Sedangkan saat berada di Jawa Tengah, kerajaan ini disebut dengan nama Kerajaan Mataram Kuno atau Mataram Hindu. Istilah Mataram didapatkan dari nama wilayah yang dijadikan ibukota oleh Kerajaan ini. Mataram, atau Bhumi Mataram merupakann istilah lama untuk  menyebut daerah Yogyakarta dan sekitarnya. Dari daerah ini pula, pertama kali sebutan Medang mulai diperkenalkan (Rajya Medang I Bhumi Mataram). Nama Medangan ditemukan pada prasasti peninggalan kerajaan, misalnya prasasti Minto dan prasasti Anjuk Ladang.

Pusat Kerajaan Medang pernah berpindah ke beberapa kali wilayah, berikut adalah wialayah yang pernah dijadikan pusat Kerajaan berdasarkan peninggalan prasasti yang ditemukan:

  • Pada zaman Sanjaya di Bhumi Mataram (Yogyakarta)
  • Pada zaman Rakai Pikatan di Mamrati (Kedu)
  • Zaman Dyah Balitung di Poh Pitu (Kedu)
  • Zaman Dyah Wawa di Bhumi Mataram (Yogyakarta)
  • Zaman Mpu Sendok di Tamwlang (Tembelang-Jombang)
  • Zaman Mpu Sendok di Watugaluh (Megaluh-Jombang)
  • Zaman Dharmawangsa Teguh di Wotan (Madiun)
Sejarah Berdirinya Kerajaan

Raja pertama dari Kerajaan Medang adalah Rakai Mataram, Ratu Sanjaya (disebutkan dalam Prasati Mantyasih oleh Dyah Balitung pada tahun 907). Ratu Sanjaya menulis prasasti Canggal pada tahun 732 tanpa menyebutkan nama kerajaan yang dipimpinnya. Dalam prasastinya ia menyebutkan bahwa Sanna atau Bratasenawa adalah raja yang memerintah Pulau Jawa sebelum dirinya dan membuat negara menjadi kacau setelah Sanna meninggalkan posisi raja. Sanna juga dikenal sebagai raja Kerajaan Galuh pada periode ke 3 (709-716 M) yang digulingkan oleh Purbasora di tahun 716 M. Kemudian ia melarikan diri ke Pakuan dan berada di bawah perlindungan raja Tarusbawa. Ikatan perlindungan ini membuat Tarusbawa mengangkat Sanjaya menjadi menantu kerajaan. Sanjaya sendiri adalah anak dari Sannaha saudara perempuan dari Sanna yang berkeinginan untuk membalaskan dendam Sanna kepada Purbasora dengan bantuan dari Tarusbawa. Balas dendam dilakukan saat ia menjaba sebagai Raja Sunda sekaligus berhasil menguasai Kerajaan Galuh dan Kalingga. Dan akhirnya pada tahun 732 M, ia menjadi raja Kerajaan Mataram Kuno meneruskan tradisi keluarganya. Kehidupan Sanjaya diabadikan dalam sebuah karya Carita Parahyangan yang ditulis pada abad ke 16.

 Kerajaan Medang Kamulan

Masa Pemerintahan Raja-raja Kerajaan Medang Kamulan

Kerajaan Medang Kamulan bisa dikatakan sebagai salah satu Kerajaan yang bisa bertahan lama di Jawa Timur. Raja-raja silih berganti dalam menjalankan roda pemerintahannya untuk memakmurkan rakyatnya. Ada beberapa nama raja yang berhasil membawa Kerajaan Medang Kamulan menjadi Kerajaan yang makmur untuk rakyatnya. Raja pertama adalah Mpu Sindok yang juga merupakan pendiri Kerajaan Medang Kamulan. Mpu Sindok ini memerintah selama kurang lebih dua puluh tahun ( 929 M – 949 M ). Mpu Sindok memiliki gelar Sri Maharaja Raka I Hino Sri Isana Wikrama Dharmatunggadewa.

Prasasti Peninggalan Kerajaan Medang Kamulan

Cukup banyak prasasti yang bisa ditemukan terkait keberadaan dan kejayaan Kerajaan Medang Kamulan. Perhatikan di bawah ini beberapa prasasti dan peninggalan sejarah Kerajaan Medang Kamulan yang berhasil ditemukan.

  • Prasasti Tangeran (933 m) dari Desa Tangeran ( daerah Jombang ), isinya Mpu Sindok memerintah bersama permaisurinya Sri Wardhani
  • Prasasti Bangil, isinya Mpu Sindok memerintahkan pembangunan candi untuk tempat peristirahatan mertuanya yang bernama Rakyan Bawang
  • Prasasti Lor (939 M) dari Lor ( dekat Ngajuk ), isinya Mpu Sindok memerintahkan membangun Candi Jayamrata dan Jayamstambho (tugu kemenangan) di Desa Anyok Lodang;
  • Prasasti Kalkuta, isinya tentang peristiwa hancurnya istana milik Dharmawangsa juga memuat silsilah raja-raja Medang Kamulan.
Source "Kerajaan Medang" Kerajaan Hindu dan Mataram Kuno Abad 8 "Kerajaan Medang" Kerajaan Hindu dan Mataram Kuno Abad 8 "Kerajaan Medang" Kerajaan Hindu dan Mataram Kuno Abad 8

Leave A Reply

Your email address will not be published.