budayajawa.id

Filosofi Jawa : Memayu Hayuning Bawana Ambrasta Dur Hangkara

0 6

Filosofi Jawa Memayu Hayuning Bawana Ambrasta Dur Hangkara

Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta Dur Hangkara” falsafah jawa yang memiliki arti “Memelihara Kedamaian Bumi, Memberantas Angkara Murka” ini dapatlah kita pahami sebagai berikut: Bumi yang kita tinggali ini telah diciptakan oleh Tuhan Yang Kuasa dengan begitu sempurna. Bumi ini dengan segala keindahannya itu memanglah diciptakan untuk menjadi tempat hidup yang damai, aman dan menyenangkan untuk umat manusia. Kepada umat manusialah Tuhan menyerahkan dan mempercayakan pengelolaan atas bumi ini. Agar di tangan manusia bumi dapat dikelola dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan dan kesejateraan hidup manusia itu sendiri.

Dengan segala kelimpahan yang disediakan bumi ini untuk manusia, dapatlah kita katakan bahwa bumi ini sungguh bisa menjadi tempat hidup yang surgawi bagi umat manusia. Semua hal untuk memenuhi bebagai kebutuhan manusia akan makananan dan minuman yang lezat dan sehat, pakaian dan perhiasan yang bagus-bagus, tempat-tempat yang penuh keindahan dan berbagai hal lainnya yang dapat menopang kebahagiaan umat manusia telah disediakan oleh bumi ini dengan baik. Dan semestinya dengan segala apa yang telah disediakan bumi untuk manusia itu, tidaklah boleh ada satu manusiapun yang hidup kelaparan dan menderita. Karena segala apa yang telah disediakan bumi untuk menopang kehidupan manusia sangatlah berlimpah dan benar-benar cukup untuk memuaskan kebutuhan seluruh umat manusia.

Berbagai masalah yang muncul dalam kehidupan umat manusia seperti kelaparan, kemiskinan dan perderitaan sungguh bukanlah karena bumi ini tidak menyediakan dengan cukup segala apa yang manusia butuhkan, melainkan semua itu terjadi akibat dari keserakahan dan keakuan manusia itu sendiri. Keserakahan manusialah yang telah membuat berbagai masalah yang semestinya tidak ada itu menjadi ada. Keserakahan membuat manusia tidak mampu untuk memanfaatkan berbagai sumber yang tersedia di bumi ini untuk sebaik-baiknya kesejahteraan umat manusia. Keserakahan manusia telah menimbulkan kesenjangan yang sangat berjarak. Dimana sebagian orang dapat hidup dengan sangat mewahnya sementara sebagian yang lain harus dihidup dalam kemiskinan yang parah.

Gambaran tentang keadaan kehidupan umat manusia yang masih diliputi penderitaan dalam kelimpahan bumi ini dapat kita pahami melalui perumpamaan tentang perjamuan makan berikut ini:

Kehidupan ini dapat kita umpamakan seperti sebuah perjamuan makan yang diadakan oleh seorang raja yang amat termasyur dengan kemurahatiannya dan kekayaannya. Raja mengundang seluruh rakyatnya untuk menghadiri perjamuan makan akbar yang diselenggarakannya tersebut. Berbagai macam makanan dan minuman yang lezat-lezat disediakan dengan sangat banyak dan sangat cukup untuk memuaskan seluruh rakyatnya itu. Di hari perjamuan, berbagai makanan dan minuman tersebut telah dihidangkan di atas meja-meja di halaman kerajaan yang amat luas. Sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, semua rakyat kerajaan pun berkumpul dan hadir di acara perjamuan makan tersebut. Setelah Raja memberikan sambutan, lalu Ia pun mempersilakan rakyatnya untuk dengan tertib menikmati berbagai hidangan yang telah disediakan. Namun rupanya acara perjamuan makan yang diharapkan dapat berjalan dengan tertib itu, malah menjadi sebuah kegaduhan yang mengecewakan sang Raja. Sebagaian orang yang tergiur dengan berbagai hidangan yang lezat-lezat tersebut tidak bisa menahan diri dan keserakanannya. Keserakahan mereka itu membuat mereka tanpa malu-malu mengambil berbagai makanan secara tidak beradab dan memasukannya ke dalam kantong-kantong untuk diri mereka sendiri. Sikap mereka yang serakah itu pun akhirnya memicu sebagaian yang lain untuk melakukan hal yang serupa. Dan akhirnya perjamuan makan tersebut pun berubah menjadi ajang rebutan makanan. Setiap orang saling berebut untuk mendapat dan mengusai sebanyak mungkin makanan yang ada. Yang akibat dari itu banyak makanan pun menjadi terbuang percuma; berhamparan dan terinjak-injak. Sebagaian orang mendapat makanan dalam jumlah yang sangat banyak sementara sebagaian yang lain hanya memperoleh sedikit saja. Terjadilah kesenjangan yang menyebabkan kesengsaraan bagi sebagaian orang.

Serupa itulah penggambaran kehidupan umat manusia pada hari ini. Segala kelimpahan yang disediakan bumi untuk menopang segala kebutuhan umat manusia menjadi tidak memadai dan mencukupi untuk mewujudkan kesejateraan bagi seluruh umat manusia. Keserakahan membuat sebagian manusia lebih mementingkan dirinya sendiri dan mengabaikan kepentingan orang lain dan kepentingan yang lebih luas. Keserakahan telah membuat kehidupan ini tidak berjalan secara tertib dan seimbang.

Keserakahan telah menimbulkan permusuhan dan kebencian yang akhirnya menyeret umat manusia ke jurang penderitaan yang berkepanjangan. Satu-satunya jalan bagi umat manusia untuk dapat mewujudkan kehidupan yang indah dan menyenangkan bagi seluruh umat manusia adalah dengan membangun kebersamaan. Membangun rasa persaudaraan yang ditopang oleh rasa kasih sayang. Kebersamaan inilah yang akan membuat umat manusia mampu memanfaatkan segala sumber daya yang tersedia untuk sebaik-baiknya kesejateraan seluruh umat manusia.

Keserakahan adalah akar dari kejahatan kemanusiaan. Keserakahan adalah penyebab utama dari penderitaan dan kesengsaraan umat manusia. Keserakahanlah yang telah melahirkan segala bentuk angkara murka di atas dunia ini. Dan karenanya itu maka untuk memastikan agar bumi ini dapat menjadi tempat hidup yang damai, aman dan menyenangkan bagi umat manusia, adalah menjadi sebuah keniscayaan bagi kita semua untuk memastikan bumi ini bersih dari segala bentuk keserakahan itu.

Bersih dari segala sikap angkara murka. Tentu memberantas sikap angkara murka tidaklah berarti itu harus dilakukan dengan kekerasan; meskipun ada kalanya kekerasan juga diperlukan untuk itu. Kekerasan haruslah menjadi langkah terakhir dalam upaya membersih bumi ini dari sikap angkara murka. Langkah pertama dan yang terutama adalah dengan jalan membangun kesadaran umat manusia. Mengingatkan kembali umat manusia akan kemanusiaannya. Memastikan umat manusia untuk membangun kehidupan yang berlandaskan kasih sayang. Seluruh umat manusia harus menyadari dengan sebaik-baiknya akan kordrat penciptaannya yang telah menempatkan manusia dalam situasi hanya dapat mencapai kesejahteran dan kedamaian yang sebenar-benarnya jika meraka bersatu dan bersaudara.

Source Filosofi Jawa Memayu Hayuning Bawana Ambrasta Dur Hangkara nasionalisme.id

Leave A Reply

Your email address will not be published.