budayajawa.id

Filosofi dan Makna Gamelan Jawa

0 12

Sejarah Gamelan & Makna

Kata gamelan sendiri berasal dari bahwa Jawa “gamel” yang berarti memukul/menabuh, diikuti akhiran “an” yang menjadikannya sebagai kata benda. Sedangkan istilah gamelan mempunyai arti satu kesatuan alat musik yang dimainkan bersama Muasal gamelan. Tidak ada kejelasan tentang sejarah tercaiptanya alat musik ini. Tetapi, gamelan diperkirakan lahir pada saat budaya luar dari jaman Hindu-Budha mendominasi Indonesia. Walaupun pada perkembangannya ada perbedaan dengan musik asli India, tetap ada beberapa ciri yang tidak hilang, salah satunya adalah cara “menyanyikan” lagunya. Penyanyi pria biasa disebut Wiraswara dan penyanyi wanita disebut Waranggana.
Menurut mitologi Jawa, gamelan diciptakan oleh Sang Hyang Guru pada era Saka. Beliau adalah Dewa yang menguasai seluruh tanah Jawa, dengan istana yang berada di gunung Mahendra di daerah Medang Kamulan (sekarang Gunung Lawu). Alat musik gamelan yang pertama kali diciptakan adalah “gong”, yang digunakan untuk memanggil para Deva. Setelah itu, untuk menyampaikan pesan khusu. Sang Hyang Guru kembali menciptakan beberapa peralatan lain seperti dua gong, sampai akhirnya terbentuklah seperangkat gamelam.
Pada jaman Mojopahit, alat musik gamelan mengalami perkembangan yang sangat baik hingga mencapai bentuk seperti sekarang ini dan tersebar di beberapa daerah seperti Bali, dan Sunda.
Hasil gambar untuk filosofi gamelan

Macam-Macam Instrumen Gamelan dan Filosofinya

  1. Bonang barung dan bonang penerus (Bonang barung dan bonang penerus berukuran sedang, beroktaf tengah sampai tinggi yang jika kita dengar berbunyi nang saat bonang ini ditabuh. Kata nang ini bagi orang jawa diartikan sadar yang memiliki makna filosofis, setelah manusia terlahir, harus bisa berfikir dengan hati yang jernih sehingga keputusan yang diambil dengan penuh kesadaran).
  2. Kethuk (merupakan instrumen gamelan yang berbunyi thuk saat ditabuh. Kata thuk ini bagi orang jawa diartikan sebagai manthuk yang artinya setuju, yang dimaksudkan agar manusia haruslah setuju dengan semua perintah dan larangan sang pencipta).
  3. Kendhang (Kendang merupakan alat gamelan yang terbuat dari kayu nangka. Panjang kendang 85 cm dan garis tengah 16-20cm. Kendang ini merupakan pimpinan dalam permainan musik gamelan, kendhang juga mengendalikan irama cepat atau lambat dalam permainan gamelan. Kata kendang diambil dari bunyi alat musik ini saat dimainkan yaitu berbunyi dang. Adapun filosofi dari ndang merupakan kata kerja yang memiliki arti bersegeralah dalam beribadah kepada dsang maha pencipta).
  4. Kempul merupakan salah satu instrumen gamelan, yang mirif dengan gong, hanya saja ukurannya lebih kecil. Biasanya kempul ini ditabuh beberapa kali yang kemudian disusul dengan tabuhan gong. Dalam bahasa jawa, kempul diartikan kumpul, kata ini merupakan kata ajakan untuk berjama’ah dalam beribadah.
  5. Saron terbuat dari bahan besi, kayu, karet, dan paku dengan bentuk seperti lesung kecil. Saron ini memiliki lima macam berdasarkan oktafnya. Kata saron ini dalam bahasa jawa dinamakan sero yang artinya keras
  6. Gender berasal dari kata gendera yang berarti bendera, bendera juga merupakan simbol permulaan. Gender ini dimainkan mendahului alaty-alat musiok lainnya
  7. Rebab merupakan salah satu alat gamelan yang dibunyikan terlebih dahulu jika gender tidak ada. Adapun makna filosofis dari rebab ini adalah tujuan atau keinginan dari suatu tindakan.
  8. Gambang berasal dari kata gamblang yang berarti seimbang dan jelas, yang menunjukan adanya keseimbangan antara kehidupan dunia dan kehidupan akhirat.
  9. Suling merupakan salah satu intrumen musik gamelan yang terbuat dari bambu, adapun cara merm,ainkan alat musik ini dengan cara ditiup hingga mengeluarkan bunyi. Dalam bahasa jawa, filosofis suling yaitu eling yaaing artinya ingat, makshudnya agar manusia selalu ingat akan kewajibannya.
  10. Siter merupakan merupakan alat gamelan yang berasal dari kata siteran. Siter ini merupakan alat musik petik.
  11. Gong merupakan alat gamelan yang paling jelas suaranya saat dibunyikan karena ukurannya sangat besar. Yang berbunyi gong…ng…ng.

 

 

 

Source "Filosofi Dan Makna Gamelan Jawa" "Filosofi Dan Makna Gamelan Jawa"
Comments
Loading...