budayajawa.id

Penggunaan Bahasa Jawa dalam Kraton Surakarta Hadiningrat

0 18

Penggunaan Bahasa Jawa dalam Kraton Surakarta Hadiningrat

Kraton Surakarta Hadiningrat terdiri atas lapisan masyarakat yang berbeda-beda dengan tingkat kederajatan, kepangkatan, umur  yang berbeda pula,  sehingga dalam berkomunikasi antara satu dengan yang lainnya sangat memperhatikan etika berbicara.

Penggunaan bahasa Jawa yang digunakan dalam Kraton Surakarta Hadiningrat diwujudkan dalam tingkatan tingkatan bahasa mulai ngoko, madya, krama dan krama inggil dan basa kedhaton. Pengertian bahasa tersebut ialah :

a.    Ngoko

Biasanya digunakan untuk penutur dan mitratutur yang mempunyai kedudukan yang akrab atau kedudukan mitratutur lebih tinggi dari pada penutur.

b.      Madya

Ragam bahasa Jawa madya merupakan tataran menengah yang terletak di antara ragam ngoko dan krama.

c.    Krama 

Digunakan untuk menunjukkan adanya penghormatan kepada mitratutur yang mempunyai kedudukan atau kekuasaan yang lebih tinggi daripada penutur.

d.    Krama Inggil

Bahasa Jawa ragam krama dengan leksikon krama inggil digunakan untuk menunjukkan penghormatan kepada mitratutur. Sehingga orang yang di ajak bicara itu merasa di hargai.

e.    Kedhaton

Bahasa kedhaton merupakan bahasa yang sudah lama digunakan dalam kraton Surakarta Hadiningrat.Pernyataan tersebut ada di manuskrip yang berangka tahun 1910 yang ditulis oleh pujangga besar Kraton Surakarta Hadiningrat yaitu R.Ng Ranggawarsita dengan judul Serat Waduaji Tuwin Serat Tatakrami Tembung Kedhaton.

Hingga sekarang ini  bahasa kedhaton masih digunakan dalam Kraton Surakarta Hadiningrat khususnya pada situasi resmi pada waktu upacara adat kraton tetapi penggunaan bahasa kedhaton tidak begitu banyak diketahui karena menggunakan leksikon yang aneh apabila didengarkan masyarakat luas. Sehingga bahasa itu pada umumnya hanya digunakan oleh kalangan di keraton.

Source Bentuk Penggunaan Bahasa Jawa dalam Kraton Surakarta Hadiningrat situs sutresno jawa

Leave A Reply

Your email address will not be published.