budayajawa.id

Asal Usul Pacitan

0 3

Asal Usul Pacitan

Pada suatu masa, yang menjadi raja di Mataram adalah Sunan Pakubuwono. Sunan mempunyai adek yang bernama pangeran mangkubumi. Pangeran Mangkubumi banyak berjasa di mataram. Namun, karena terkena bujuk rayu patih pringalaya sunan Pakubuwono tak memberi jabatanpada pangeran mangkubumi. Akibatnya pangeran mangkubumi pun kecewa.kekecewaan pun bertambah ketika pati pringalaya membawa mataram untuk menjalin hubungan dengan Belanda.

Pangeran mangkubumi sangat membanci Belanda. Belanda selalu ingin mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya dari mataram. Pangeran Mangkubumi bertekat mengusir Belanda dari Mataram. Oleh karena iti, dia meningalkan Mataram bersama pengikutnya.

Pangeran Mangkubumi dan pengikutnya melakukan perang grilya melawan tentara Belanda. Mereka selalu berpindah tempat setelah melakukan penyerangan.belanda kuwalahan dan banyak kehilangan tentara. Belandapun meminta bantuan pada mataram. Mataram mengirimkan pasikanya yang dipimpin Pati Pringalaya. Pasukan Mataram dan tentara Belanda berusaha mematahkan perjuangan pangeran Mangkubumi dan pengikutnya. Akibatnya Pangeran Mangkubumi dan pengikutnya menjadi terdeseak.

Pangeran Mangkubumi dan pengikutnya lalu menghindar mundur. Mereka menuju arah timur menyusuri pantai, laut selatan dan memasuki hutan-hutan belantara. Mereka menuruni jurang tebing-tebing dan pegunungan. Akhirnya, mereka sampai di sebuah pegunungan yang tandus. Mereka terus menyusuri pegunungan yang tandus itu hinga mencapai Gunung Puger.

Di bukit Gunung Puger mereka beristirahat, waktu itu pengukit pangeran Mangkubumi tinggal 12 orang. Salah satunya bernama Setraketipa. Yang bertugas merawat kuda tungangan Pangeran Mangkubumi. Walau hanya perawat kuda Setraketipa melaksanakanya dengan baik.

Setraketipa tahau kalu Pangeran Mangkubumi dan pangikutnya dalam keadaan lelah. Mereka juga haus, lapar, dan lemas. Begitu istirahat mereka banyak yang langsung tertidur. Tak ada yang kuat untuk mencari makan atau pun air. Pangeran Mangkubumipn sudah tak mampu beranjak dari tempat istirahatnya. Dengan memberanikan diri Setraketepa menghadap pangeran Mangkubumi.

“Ada apa kamu menghadapku setra?” tanya pangeran Mangkubumi.

“Maafkan hamba pangeran! Hamba mohon izin mencari sesuatu untuk menghilangka haus Pangeran dan teman-temen!” kata Setraketipa.

“Apa kamu tidak capek, Setra?”

“Tentu saja hamba capek, pangeran! Namun hamba masi memiliki sedikit kekuatan untuk menolong pangeran dan temen-temen. Tentu saja apabila tuan mengizinkan!”

“Tentu saja aku mengizinkan Setra!” Aku sangat berterimakasih atas pertolonganmu. Jasa-jasamu tak akan aku lupakan. Aku berjanji akan memberi kedudukan apabila aku bisa merebut Mataram!”

Janji Pangeran Mangkubumi semakin menambah semangat Setraketipa. Langkah semangkin mantap di telitinya pegunungan tandus itu. Lalu setra menemukan buah pace yang memulihkan tenaganya pangeran dan kawan-kawanya.

Pangeran Mangkubumi mengajak pengikutnya berjalan ketimur. Di sepanjang perjalan terlihat pohon-pohon pace dengan buah bergelantungan. Di tengah-tengah perjalanan pangeran mangkubumi berhenti. Dan menyuruh pengikutnya berkumpul.

“Ketahuilah kita selamat karena jasa Setraketipa. Untuk itu kalian semua menjadi saksi. Nanti jika perjuangan kita berhasilaku kan memberikan pace sepengetan (samapai ke timur) pada setraketipa. Daerah pace sepengetan… pace wetan (timur)… pacetan, yah daerah ini ku namakan Pacetan!” kata pangeran mangkubumi kemudian mengajak pengikutnya melanjutkan perjalanan. Kini daerah Pacetan menjadi Kabupaten Pacitan sampai sekarang ini. Cerita ini sebagai legenda. Nama pacitan berasal dari kata Pacewetan (pace timur) yan lama kelamaan menjadi Pacitan. Hari jadi kota Pacitan di peringati setiap tangal 19 februari.

Source Asal Usul Pacitan Cerita Sejarah Jaman Dulu

Leave A Reply

Your email address will not be published.